Senin, 22 Desember 2014

Catatan Saat Hujan Di Hari Selasa

"Gajah bisa membunuh singa. Tapi seekor semut bisa masuk ke telinga gajah, membuat gajah jadi gila lalu tersungkur. Menganggap orang lemah tidak memiliki kekuatan sedikit pun adalah kekeliruan. Dan menganggap orang kuat tidak memiliki kelemahan adalah kesalahan."

"Waktu sedang mengocok dunia. Manusia yang ada di dalamnya akan mendapatkan hasil dari apa yang ditanamnya. Ketidakbenaran akan dinikmati di awal. Kebenaran akan dinikmati nanti. Semua manusia pasti mati. Tapi yang lebih penting dari kematian seseorang adalah kapan dan bagaimana."

"Saat seseorang mulai berusaha dan mendapat keberhasilan di awal usahanya, maka ia akan tumbuh dengan keyakinan. Ketika ia mendapatkan kegagalan yang meruntuhkan keyakinannya, ia akan teringat pada tempat ibadah dan Tuhan.Ia kembali berusaha, mendapat keyakinan ketika berhasil, dan ingat Tuhan saat gagal, ia pun tidak bisa lepas keadaan itu di sepanjang langkahnya. Itulah orang yang tidak berjuang sepenuh hati, dan tidak percaya pada kemampuannya."

"Manusia berusaha mendapatkan hasil perbuatan seperti yang diinginkannya. Manusia pun kadang membelokan hasil demi sesuai dengan keinginannya. Manusia akhirnya dikendalikan oleh keinginannya seperti penjudi yang tidak kuasa menahan hasrat untuk berjudi. Penjudi merasa ia bisa menentukan hasil. Padahal ia dikendalikan oleh permainannya sendiri. Dalam keadaan itulah, manusia tidak lagi berfikir saat - saat yang tepat untuk mengambil keputusan dan berusaha."

"Saat sebuah wadah penuh dengan benih, petani tidak lagi memilih benih mana yang ditabur lebih dulu, dan benih mana yang di tempatkan di tempat tertentu. Semua benih ditabu, dan akan terlihta hasilnya di hari kemudian. Ada banyak manusia yang terlahir dan menjalani hidupnya. Takdir tidak mengambil satu - satu. Pada akhirnya usaha manusia itu sendiri yang terlihat di hari kemudian."

"Seseorang yang hanya menginginkan keberhasilan akan mendapatkan dua kemungkinan yaitu berhasil atau gagal. Tapi orang yang ingin mengerti nilai dari perjuangan, ia tidak terlalu bernafsu untuk berhasil, dan tidak takut pada kegagalan. Ia selalu mendapatkan kepuasan di setiap langkahnya."

"Saat di mana seseorang melepaskan keinginannya adalah saat di mana seseorang mendapatkan kekuatannya."

"Ada orang yang melempar dadu, dan berharap angka yang muncul sesuai keinginannya. Itulah orang yang selalu melakukan apa pun berdasarkan keinginan dan mengharapkan hasil seperti juga keinginannya.
Ada orang yang melempar dadu, dan menerima angka yang muncul sebagai sesuatu di luar kemampuannya. Itulah orang yang selalu bekerja keras, dan mengharapkan hasil sesuai kehendak takdir."

Jumat, 19 Desember 2014

Percikan Api

Sederet cerita sukses yang menjejali benakku memang menyesatkanku. Seperti cerita orang yang memiliki perusahaan besar, mendapat jabatan tinggi, atau ketenarannya diagungkan di seluruh penjuru dunia. Semuanya memberiku satu pertanyaan, "Apakah hidup hanya untuk itu?"

Merunut pada penciptaan manusia yang lebih mulia dari malaikat, dan tujuan manusia di bumi untuk menjadi pemimpin, tentunya apa yang harus dilakukan oleh manusia tidaklah seperti itu. Namun orang sepertiku seolah ditakdirkan untuk tidak memikirkan banyak hal. Setelah lulus sekolah, aku harus bekerja, menikah, punya anak, cucu, tua, dan mati. Perjalanan hidupku selesai setelah terbujur kaku di pembaringan. Namun pertanyaan itu seperti memercik api pada tungku bara yang selama ini hanya menumpuk tak berarti. Pertanyaan yang akhirnya membawaku pada pemberontakan.

Aku memberontak tradisi itu. Tradisi di mana orang - orang hanya puas menjadi kuli, dan hanya mengharapkan keajaiban jika ingin taraf hidupnya sedikit lebih baik. Usaha untuk mencari jawaban itu yang menggelorakan api di tungku bara yang ada di hati dan jiwaku.

Seperti juga menarik benang kusut, satu persatu bisa teruraikan. Benang yang paling mendasar adalah hakikat dari manusia yang wajib beribadah pada Tuhan. Benang ini bisa kusut jika disibukan dengan jam kerja yang mengikat. Di mana seseorang hanya menyisakan sedikit waktunya yang mungkin hanya bisa ia gunakan untuk melepas lelah. Benang ke dua sebuah dalil yang menyebutkan jika manusia paling baik adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Benang itu bisa rapuh karena dalam persaingan profesi orang kadang terjebak. Orang - orang justru saling sikut dan memanfaatkan orang lain untuk kepentingannya.

Hanya dengan dua benang itulah aku kemudian memilih jalan untuk menjadi Penulis. Aku punya banyak waktu luang untuk beribadah, dan aku pun bisa membagi manfaat ilmu pada sekian banyak orang. Prosa menjadi pilihanku. Setiap kalimat yang tertuang akan menjadi penjaga api untuk bara yang menggelora di hati dan jiwaku.

Selasa, 16 Desember 2014

Pesan Harian

"Aku bukanlah manusia. Aku adalah mimpi buruk dari malam yang mengerikan. Aku tidaklah nyata. Tapi aku ada, dan akan selalu ada."

"Seseorang yang mendapatkan pengetahuan bersama dengan mengharapkan nilainya akan mendapatkan manfaat yang bisa mendamaikan jiwanya dan menentramkan pikirannya. Seseorang yang mendapatkan pengetahuan dengan mengharapkan bisa mencapai tujuan tertentu, kehidupannya akan dibayangi oleh persaingan untuk menjadi hebat. Namun ia tetap tidak akan menjadi hebat."

"Seseorang yang menerima semua tantangan adalah orang yang tidak memiliki keyakinan dalam kemampuannya. Seseorang yang memiliki kepercayaan diri akan menerima tantangan sebagai bagian dari rencananya."

"Saat seseorang mendapatkan kekuasaan, ia bisa merubah arti dari kebenaran dan ketidakbenaran. Hanya dengan kata, penguasa bisa merubah kebenaran menjadi ketidakbenaran, begitu pun sebaliknya."

"Musuh dari musuhmu akan dianggap saudara. Ikatan yang terbentuk dari kepentingan pribadi akan lebih kuat dari ikatan darah itu sendiri."

"Kekuatan dari kebaikan seseorang bisa terlihat dari ucapannya, pemikirannya, dan tingkah lakunya. Kekuatan itu diikat oleh rasa sakit, kekecewaan, dan ketamakan. Mengeluarkan kekuatan itu menjadi tugas masing - masing."

"Sehebat apa pun burung hantu, tetap hanya makan tikus. Jika ingin makan rusa, maka harus sebesar dan sekuat garuda. Sehebat apa pun seseorang, ia tidak akan mendapatkan yang lebih dari kemampuannya. Untuk mendapatkan lebih, seseorang harus lebih tangguh dan lebih kuat dari sebelumnya."

Jumat, 05 Desember 2014

Semilir Angin Pagi

Pandanganku memapar bentangan yang berkelindan
Meresapkan udara untuk paru - paruku yang mengering
Mengeram luka diantara kesunyian dan keriuhan.

Ragaku terlahir di tanah yang tidak menjanjikan apa - apa
Tempat yang memangku kerahasiaan sunyinya waktu
Ingatanku digerus kebuasan cuaca
Dan alam yang sungguh tidak ramah ini, menenggelamkanku dalam kuyup keluh kepada-Mu

Penuntun-Mu adalah pengusiranku
Terdampar di tanah asing untuk memusar bait - bati pengharapan yang lengang
Ketakterdugaan matapena-Mu menggeletarkanku pada takdir bisu
Ketika kutuk dan do'a tercurah di kaki mimbar-Mu

Akhirnya Kau pun memulangkanku
Mencucurkan rintik - rintik bahagia yang memuaskan dahaga derita
Aku pun terduduk dengan langgam do'a
Memerih asa yang lapuk dan renta

Kamis, 04 Desember 2014

Pesan Harian

'Kesulitan akan membuat seseorang merasa kesakitan. Terkadang seseorang harus menerima rasa sakit sebagai bagian dari kewajibannya.'

'Peperangan seperti juga kehidupan. Di mana kesabaran dibutuhkan sebagai senjata andalan.'

'Saat seseorang melakukan ketidakbenaran, maka orang lain pun akan mengikutinya. Dalam satu keadaan, seseorang kadang melakukan ketidakbenaran dengan harapan bisa mengambil keuntungan. Namun ia akan tertipu oleh kelakukannya sendiri setelah menyadari hasil dari perbuatannya justru mendatangkan kerugian.'

'Dalam upaya menegakan kebenaran, orang yang ditakdirkan berkorban akan benar - benar dikorbankan dengan penuh rasa hormat. Dan orang yang ditakdirkan hidup akan terus hidup menanggung penderitaan dan beban.'

'Cinta sejati lahir dari kasih sayang. Cinta buta lahir dari keegoisan.
Cinta sejati mengajarkan nilai kebahagiaan yang diberikan Tuhan. Cinta buta memaksakan kebahagiaan dengan dasar ketamakan.
Cinta sejati menuntun pada kebajikan. Cinta buta membelenggu pada kesombongan.
Cinta sejati adalah kebenaran. Cinta buta adalah ketidakbenaran.