Pandanganku memapar bentangan yang berkelindan
Meresapkan udara untuk paru - paruku yang mengering
Mengeram luka diantara kesunyian dan keriuhan.
Ragaku terlahir di tanah yang tidak menjanjikan apa - apa
Tempat yang memangku kerahasiaan sunyinya waktu
Ingatanku digerus kebuasan cuaca
Dan alam yang sungguh tidak ramah ini, menenggelamkanku dalam kuyup keluh kepada-Mu
Penuntun-Mu adalah pengusiranku
Terdampar di tanah asing untuk memusar bait - bati pengharapan yang lengang
Ketakterdugaan matapena-Mu menggeletarkanku pada takdir bisu
Ketika kutuk dan do'a tercurah di kaki mimbar-Mu
Akhirnya Kau pun memulangkanku
Mencucurkan rintik - rintik bahagia yang memuaskan dahaga derita
Aku pun terduduk dengan langgam do'a
Memerih asa yang lapuk dan renta

Hallo, Yadi
BalasHapusAsik puisinya, pengen baca lebih banyak lagi... So keep writing